Senin, 29 September 2014

Pemukiman Padat Kota Bandung Daeah Cicadas

Makalah Geografi Desa Kota
Ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Geografi Desa Kota
dengan dosen pengampu
Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, MS



Disusun oleh
Wahyu Nur Aeni (1202838)


2013
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Seperti pada kota-kota besar lainnya yang berkembang menjadi sebuah metropolitan, Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat juga mengalami permasalahan dalam pengaturan spatial (tata tuang). Hampir semua permasalahan yang dicirikan terdapat pada kota Bandung. Semua permasalahan yang muncul tenttunya akan menurunkan kualitas dan kenyamanan masyarakat yang hidup diota bandung. Masalah urban merupakan masalah yang sangat kompleks berkaitan dengan berbagai permasalahan yang muncul akibat nya. Urbanisasi ini menyebabkab Kota bandung sangat padat. Pada saat pagi menjelang siang, jalanan penuh dengan kenadaraan sehingga menyebabkan kemacetan. Ini semua dilihat dari jam pergi para pendatang. Begitupun pada saat sore menjelang malan, akan tetapi para pendatang yang berkepentingan pulang ke tempat asal yang notanenenya berada diluar kota Bandung.
Lambat laun ada kejenuhan dalam porsi tenaga dan waktu untuk pergi dan masuk ke kota bandung. Hal ini mendorong mereka untuk menetap ke kota Bandung. Cicadas adalah satu daerah yang srategis di kota Bandung. Dengan  ini,kemungkinan masyarakat sanga besar untuk menetap disana. Walaupun harga tanah dan sewa tempat sangat mahal. S emua ini lantas yang menebabkan inovasi untuk membuat pemukian yang kecil. Sehingga rumah yang dibuat akan lebih panjang ke atas dan bertingkat.
Berbagai hal yang diakibatkan ini memnjadi pertmasalahan kota yang sangat serius. Daerah Cicadas ini menjadi daerah dengan kepatadan tertinggi, rediko benncana yang tinggi dan termasuk pemukiman yang kumuh.
1.2 Tujuan
            Tujuan dari makalah ini adalah:
1.      Dapat mengetahui apa saja masalah akibat kependudukan.
2.      Dapat memberikan soslusi mengatasi kepadatan penduduk.




BAB 2
TINJAUAN TEORI
2.1 Permukiman
2.1.1 Konsep Permukiman
Pengertian dasar permukiman dalam Undang-Undang No.1 tahun 2011 adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain dikawasan perkotaan atau kawasan perdesaan. Menurut Koestoer (1995) batasan permukiman adalah terkait erat dengan konselingkungan hidup dan penataan ruang. Permukiman adalah area tanah yang digunakan sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan merupakan bagian dari lingkungan hidup di luar kawasaan lindung baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan. Parwata (2004) menyatakan bahwa permukiman adalah suatu tempat bermukim manusia yang telah disiapkan secara matang dan menunjukkan suatu tujuan yang jelas, sehingga memberikan kenyamanan kepada penghuninya. Permukiman (Settlement) merupakan suatu proses seseorang mencapai dan menetap pada suatu daerah (Van der Zee 1986). Kegunaan dari sebuah permukiman adalah tidak hanya untuk menyediakan tempat tinggal dan melindungi tempat bekerja tetapi juga menyediakan fasilitas untuk pelayanan, komunikasi, pendidikan dan rekreasi.
Menurut Parwata (2004) permukiman terdiri dari: (1) isi, yaitu manusia sendiri maupun masyarakat; dan (2) wadah, yaitu fisik hunian yang terdiri dari alam dan elemen-elemen buatan manusia. Dua elemen permukiman tersebut, selanjutnya dapat dibagi ke dalam lima elemen yaitu: (1) alam yang meliputi: topografi, geologi, tanah, air, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan iklim; (2) manusia yang meliputi: kebutuhan biologi (ruang,udara, temperatur, dsb), perasaan dan persepsi, kebutuhan emosional, dan nilai moral; (3) masyarakat yang meliputi: kepadatan dan komposisi penduduk, kelompok sosial, kebudayaan, pengembangan ekonomi, pendidikan, hukum dan administrasi; (4) fisik bangunan yang meliputi: rumah, pelayanan masyarakat (sekolah, rumah sakit, dsb), fasilitas rekreasi, pusat perbelanjaan dan pemerintahan, industri, kesehatan, hukum dan administrasi; dan (5) jaringan (net work) yang meliputi: sistem jaringan air bersih, sistem jaringan listrik, sistem transportasi, sistem komunikasi, sistem manajemen kepemilikan, drainase dan air kotor, dan tata letak fisik.




2.2 Penduduk
            2.2.1 Pengertian Penduduk
Penduduk dikonotasikan sebagai orang atau orang-orang yang mendiami suatu tempat, kampung, wilayah atau negeri, dan merupakan aset pembangunan atau sering disebut sumber daya manusia (SDA).
Penambahan penduduk yang cepat menyebabkan tingkat kepadatan penduduk menjadi tinggi. Kepadatan penduduk dapat dihitung berdasarkan jumlah penduduk untuk setiap satu kilometer persegi. Cara menghitungnya adalah dengan membandingkan jumlah penduduk di suatu daerah dengan luas daerah yang ditempati. Kepadatan penduduk ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia.





















BAB lll
PEMBAHASAN
3.1 Kepadatan pendududuk cicadas
Daerah Cicadas sudah sangat terkenal sejak jaman dulu. bago sebagian penduduk Bandung Cicadas identik dengan jumlah penduduk terpadat. dan lagi dikelanl dengan tingkat criminal yang tinggi. Kelurahan Cicadas ini mempunyai 15 Rukun Warga (RW) dan 86 Rukun Tetangga (RT)..Kelurahan Cicadas mempunyai luas sekitar wilayah sekitar 55 Ha (Luas pemukiman 40,5 Ha, luas taman 2 Ha, perkantoran 0,5 Ha, dan Prasarana umum 9 Ha).
Lahan pemukiman sebesar 40,5 Ha ini ditempati sekitar 6200 jiwa laki-laki dan 6018 jiwa perempuan atau dengan kereluruhan 12.218 Jiwa (Tahun 2008). Data yang ditunjukan naik bila dibandingkan dengan tahun 2007 lalu. Berdasarkan data monografi tahun 2007, kepadatan penduduk cicadas berhisar 234 jiwa/HA atau 23,429 jiwa/Km2, Padahal standar WHO adalah 96 jiwa/Ha. Artinya tingkat kepadatan penduduk di kelurahan cicadas sangat tinggi.

3.2 Dampak kepadatan penduduk
Adapun akibat dari kelebihanya penduduk berakibat tidak baik bagi kondisi penduduk.. Sebagai akibatnya, berikut adalah akibat-akibat dari kepadatan penduduk :
1.      Persaingan Lapangan Pekerjaan
Persaingan lapangan pekerjaan ini di sebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang masuk ke daerah cicadas.

2.      Persaingan Untuk Mendapatkan Pemukiman
Persaingan untuk mendapat permukiman yang layak ini biasa terjadi didaerah perkotaan yg padat seperti Cicadas, dan permasalahan seperti ini biasa terjadi karena perumahan yang tidak memadai dan kondisi rumah yang sudah tak layak huni.

3.      Meningkatnya Jumlah Kemiskinan
Dampak dari kepadatan penduduk selanjutnya adalah meningkatnya jumlah kemiskinan. Berdasarkan data dari Badan Keluarga Berencana (BKB) Kota Bandung, yang tergolong keluarga sejahtera 1 alasan ekonomi sebanyak 954 Keluarga atau 40% dari 2377 Keluarga, artinya masih banyak keluarga yang tergolong muskin di Kelurahan Cicadas.


 3.3 Penanggulangan dampak kepadatan penduduk
 Segala sesuatu pasti ada pokok permasalahan yang harus dipecahkan, baik secara bersama atau individual. Dalam hal ini untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk sangatlah dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Adapun hal-hal yang perlu -dilakukan untuk meneka n pesatnya pertumbuhan penduduk adalah :
1.      Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan massal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.

2.      Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi

3.      Penambahan dan penciptaan lapangan kerja Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.

4.       Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan. Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.

5.      Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi. Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa Kelurahan Cicadas merupakan Kelurahan Padat pendududk di Kota Bandung.  Wasalah kepadatan penduduk ini perlu di tanggapi serius dengan menyelesaikan oleh seluruh aspek. Misalnya aspek tata ruang dan lainnya. Karena kepadatan penduduk itu harus sesuai dengan daya tamping dan daya dukung lingkungan. Bila penduduk daerah terlalu padat dan tidak di dukung adanya air bersik, akan mengalami masalah lainnya.
Penambahan penduduk yang cepat menyebabkan tingkat kepadatan penduduk menjadi tinggi. Dampak dari kepadatan penduduk antara lain:
a. Persaingan Lapangan Pekerjaan
b. Persaingan untuk mendapatkan pemukiman
c. Meningkatnya Jumlah kemiskinan
d. Rendahnya Kesempatan Pendidikan
Adapun hal-hal yang perlu dilakkukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan pendududk antara lain adalah :
a. Menggalakkan program KB (Keluarga Berencana)
b. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
c. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
d. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
e. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
B. Kritik dan Saran
Demikiankah makalah yang dapat penulis sampaikan. Sebagian makal h kami menyadari banyak kekurangan  untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA


GEOGRAFI DESA KOTA

GEOGRAFI DESA KOTA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Geografi Desa Kota
Yang Diampu Oleh
Prof. Dr. Hj. Enok Maryani, MS


logo-upi.jpg

Oleh
Wahyu Nur Aeni
1202838

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2013


1.      Apa yang menjadi ruang lingkup geografi perdesaan dan mengapa perkembangan geografi perdesaan mengalami keterlambatan dalam perkembangannya. Bedakan pula pengertian desa (Village), perdesaan (Rural). Kota (City), dan Perkotaan (Urban).
2.      Cobalah analisis desa menggunakan pendekatan geografi (keruangan, lingkungan, dan wilayah) sehingga jelas analisisnya secara geografis bila dibandingkan dengan ilmu lainnya.
3.      Desa mempunyai peranan sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan khususnya di Indonesia. Jelaskan mengapa dan faktor apa yang menjadi potensi serta kendala dalam pembangunan desa.
4.      Saat ini perdesaan mengalami persaingan yang sangat ketat baik secar internal maupun eksternal. Jelaskan faktor internal dan eksternal apa yang menyebabkan terjadinya persaingan penggunaan lahan dan bagaimana akibatnya bagi penduduk desa.
1.  Ruang lingkup geografi perdesaan meliputi
- Kajiannya yakni proses-proses di masyarakat yang mempengaruhi struktur keruangan
- Lingkungan alam, perekonomian masyarakat desa dan perubahan spasial
- Bidang pertanian, karena merupakan faktor dominan dalam tata kehidupan penduduk    wilayah perdesaan
- Menghubungkan antara usaha tani dengan segala aspek kehidupan penduduknya
- Persoalan pemukiman penduduk
- Tata guna lahan di wilayah perdesaan
Keterlambatan perkembangan geografi perdesaan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan umumnya berkiblat ke dunia Barat, yang mana sebagian besar berbasis perkotaan. dana struktur ekonominya industry;
b. Perubahan masyarakat perdesaan dianggap lamban dan tidak menarik untuk dijadikan objek penelitian;
c. Lingkungan perdesaan dianggap statis dan stabil, tanpa ada permasalahan, yang berarti;
d. Masyarakat perdesaan hidup serba kecukupan, tenang dan damai tanpa adanya permasalahan.
e. Lingkungan perdesaan selalu diidentikan dengan aman tentram loh jinawi subur dan makmur.
Menurut Bintarto, desa (village) adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu tempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.
Menurut Wikipedia Indonesia
Pedesaan (rural) adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman pedesaan, pelayanan jasa, pemerintahan, pelayanan social, dan kegiatan ekonomi.
Menurut Bintarto
Dari segi geografis kota (city) diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dbgan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya.
Menurut Wikipedia Indonesia
Perkotaan (urban) adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatanekonomi.
2. Pendekatan-pendekatan dalam Geografi pelesaan
a. Pendekatan keruangan,
Pendekatan keruangan menekankan analisisnya pada variasi distibusi dan lokasi dan gejala-gejala atau kelompok gejala di permukaan bumi, misalnya variasi kepadatan penduduk, kemiskinan di perdesaan. Faktor-faktor yang menyebabkan pola-pola disnibusi keruangan yang berbeda-beda dan bagaimana pola keruangan yang ada dapat diubah sedemikian rupa sehingga distnibusinya menjadi lobih efektif' Pendekatan keruangan menyangkut pola, proses dan struktur di kaitkan dengan dimensi waktu sehingga analisisnya bersifat horizontal'
b. Pendekatan kelingkungan
Studi interaksi antara organisme hidup dengan lingkungannya disebut dengan ekologi Geografi dan Ekologi merupakan dua bidang iknu yang berbeda satu sama lain Geografi berkenaan dengan interelasi kehidupan manusia dengan faktor fisisnya yang membetuk suatu sistem keruangan yang menghubungkan satu region dengan region lainnya. Sedang ekologi berkaitan dengan interelasi antar manusia dengan ingkungan yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem. Prinsip dan konsep yang berlaku diantara ke duanya berbeda satu sama lainm tetapi karena ada kesamaan pada obyek yang digarapnya maka kedua ilmu tersebut pada pelaksanaan kerjanya dapat saling membantu Geografi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang ekologi manusia yang bermaksud menjelaskan hubungan antara lingkuogan alam dengan penyebaran dan aktivitas manusia. Pandangan dan penelaahan ekologi diarahkan kepada hubungan antara manusia sebagai mahluk hidup dengan lingkungru alam. Pandangan dan penelaahan inilah yang disebut dengan pendekatan ekologi, yang dapat mengungkapkan masalah hubungan penyebaran dan aktivitas manusia dengaa lingkungan alamnya. Pada pendekatan ekologi suatu daerah permukiman sitinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktivitjas manusia dengan lingkungan alamnya.
c. Pendekatan kewilayahan
Kombinasi antara analisa keruangm dan analisa kelingkungan disebut sebagai analisa kewilayahan atau analisa kompleks wilayah' Pada analisa ini wilayah tertentu didekati atau dihampiri dengan konsep "afeil difiterentiation", yaitu suatu anggapan bahwa interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya terdapat perbedaan antar suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Pada pendekatan ini diperhatikan pula penyebaran fenomena tertentu(analisa keruangan) dan interaksi antara manusia dengan lingkungannya, ungrk kemudian dipelajari kaitannya sebagai analisa kelingkungan. Dalam hubungannya dengan analisa wilayah, ramalan wilayah dan perancangan wilayah merupakan aspek-aspek yang penting. Secara umum wilayah dapat diartikan sebagai sebagian permukaan bumi yang dapat dibedakan dalam hal-hal tertentu dari daerah sekitarnya dan mempunyai ciri yang spesifik misalnya: fenomena politik, kebudayaan sosial, iklim, vegetasi, fauna, relief dan sebagainya.
3. Kaitannya dengan pembangunan desa-kota, desa memiliki fungsi Hinterland iatau daerah pendukung bagi daerah kota. Fungsi hinterland antara lain sebagai daerah pemberi bahan makanan pokok seperti padi, ketela, jagung, palawija, dan buah-buahan. Menurut Suropo Yuwono, daerah perdesaan merupakan tempat produksi pangan dan produksi komoditi ekspor. Untuk itu desa mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan khususnya di Indonesia. Adapun kendala pada pembangunan desa yaitu Urbanisasi. Urbanisasi salah satu gejala yang merugikan desa. Gejala ini menyebabkan desa mengalami hambatan dalam proses pembangunan desa karena ditinggalkan tenaga potensialnya.
Potensi desa
a. potensi fisik
- tanah, dalam artian sumber tambang dan mineral, sumber tanaman yang merupakan sumber mata pencaharian, bahan makanan, dan tempat tinggal.
- air, dalam artian sumber air, kondisi dan tata airnya untuk irigasi, pertanian dan kebutuhan hidup sehari-hari.
- iklim, peranannya sangat penting bagi desa yang bersifat agraris.
- ternak, sebagai sumber tenaga, bahan makanan dan pendapatan.
- manusia, sebagai sumber tenaga kerja potensial (potential man power) baik pengolah tanah dan produsen dalam bidang pertanian, maupun tenaga kerja industri di kota.
b. potensi non fisik
- masyarakat desa, yang hidup berdasarkan gotong royong dan dapat merupakan suatu kekuatan berproduksi dan kekuatan membangun atas dasar kerjasama dan saling pengertian.
- lembaga-lembaga sosial, pendidikan dan organisasi-organisasi sosial yang dapat memberikan bantuan sosial dan bimbingan terhadap masyarakat.
- aparatur atau pamong desa, untuk menjaga ketertiban dan keamanan demi kelancaran jalannya pemerintahan desa.
4. Saaat ini lahan perdesaan mengalami persaingan yang sangat ketat baik secara unternal akibat tingginya pertumbuhan pendidik di perdesaan itu sentiri ( warga merubahnya menjadi lahan terbangun)  maupun juga faktor eksternal yaitu perluasan kota atau pemukiman warga kota (ekspansi warga kota ke desa). Ini menyebabkan tingginya tekanak penduduk desa / petani terhadap lahan pertanian, Sehingga tidak layak untuk menopang kecukupan kebutuhan keluarga.











Daftar Pustaka